Megahnya Istana Siak dan Taman Nasional Zamrud di Riau #ExposeSumatera Eps.4

2 hari telah berlalu dengan cepat di Jambi, tim #DarmawisataBagimuNegeri sudah harus bergegas kembali menuju perhentian selanjutnya. Setelah satu hari penuh mengexplore Candi Muari Jambi yang ceritanya dapat dibaca disini:

Kita melanjutkan perjalanan menuju Riau! Di Riau kita akan menuju sebuah daerah bernama Siak. Bagi orang Pulau Jawa tentunya agak asing untuk akang mendengar nama daerah tersebut. Sebelumnya pun akang gak pernah kepo-kepo dulu mengenai tempat wisata selanjutnya karena disamping banyak banget, akang juga ingin go show aja dan let see tempat itu saat sampai disana.

Perjalanan dari Jambi menuju Siak ini merupakan perjalanan paling capek kalo kubilang selama hampir 10 hari kebelakang, selain jalannya banyak yang rusak perjalanannya pun cukup panjang. Hampir sekitar 12 jam kita ada di perjalanan dan kita melakukan perjalanan malam, karena di Jambi pun kita sudah check-out dan selesai explore sekitaran sore. Jadi kita berangkat ke Riau sekitar jam 3-4 sore dan sampai di Siak jam 5 subuh!

Jalan di Siak

Jalan di Siak

Karena masih pagi, kita mengurungkan niat dulu untuk langsung menuju daerah Istana Siak yang merupakan destinasi pertama karena menurut informasi jam bukanya sekitar jam 8-9 pagi. Karena dari kemarin-kemarin belum mandi dan istirahat dengan bener, akhirnya kita menuju satu masjid dekat jembatan yang lumayan megah, mesjidnya pun megah dengan fasilitas yang oke. Disana akang bisa mandi, shalat dan juga sedikit istirahat sambil menunggu jam buka.

Situasi jalanan di Siak

Situasi jalanan di Siak

Saat jam 8 pagi, kita langsung cus menuju Istana Siak yang jaraknya gak terlalu jauh dari mesjid tersebut. Dan saat sampai di lokasi, deng deng! i’m totally shocked! kotanya rapih dan tertata banget macem Singapore dan panasnya luar biasa!

Istana Siak Sri Inderapura

Istana Siak Sri Inderapura

Entah berapa derajat celsius saat itu, tapi rasanya kulit tuh terbakar kalo kena sinar panas matahari, padahal udah bawa sarung dan dipayungin tetep aja panasnya tembus. Karena saking panasnya, kita langsung menuju Istananya berharap di dalam bakal ada AC. Oiya, untuk masuk ke dalam Istana Siak kita wajib menggunakan pakaian yang sopan, tidak boleh memakai celana pendek, which is kalo pake celana pendek wajib memakai sarung seperti akang dan kawan-kawan lainnya.

Ruang tamu yang dipakai oleh Sultan untuk menjamu tamunya

Ruang tamu yang dipakai oleh Sultan untuk menjamu tamunya

Ruang makan di Istana Siak

Ruang makan di Istana Siak

Di beberapa spot terlihat penjaga yang berpakaian adat dan terlihat memberikan info kepada seluruh pengunjung yang datang kesini. Masuk ke dalam istana pun kita tidak diperkenankan menggunakan alas sepatu. Saat masuk ke dalam kita dibimbing oleh salah satu penjaga istana dan berkeliling istana mengetahui sejarah dan fungsi setiap ruangan yang ada di istana tersebut.

Di lantai 2 hanya terdapat kamar-kamar sultan dan keluarganya

Di lantai 2 hanya terdapat kamar-kamar sultan dan keluarganya

Sebenarnya luas bangunan istana ini tidak terlalu luas, hanya kompleknya yang luas karena ada tanaman dan bangunan lain di sisi lainnya. Tapi dari bentuk bangunan, dekorasi dan perabotannya itu bisa dibilang mewah banget karena istana ini dibuat tahun 1889 oleh Sultan Syarif Hasyim ke-11 dan pastinya saat dulu istana ini udah mewah banget dong!

Halaman depan Istana Siak yang luas dan banyak tumbuhan dan bunga

Halaman depan Istana Siak

Setiap sultan membuat istana masing-masing yang tersebar di berbagai daerah di Riau, terutama di Riau sebelah barat. Dan Istana Siak ini merupakan istana terakhir dari kerajaan ini karena pada tahun 1945 pada saat kemerdekaan Indonesia, kerajaan ini memberikan kekuasaannya kepada pemerintahan Indonesia dan mereka pun membubarkan diri demi satu nama, Indonesia. Keren kan? Bukannya mereka egois mempertahankan kerajaannya yang telah turun menurun hingga 11 sultan, tapi mereka tetap membubarkan diri demi kesatuan Indonesia. Jaman sekarang? hft egois sendiri-sendiri.

Setelah berkeliling di Istana Siak, kita kembali menuju parkiran mobil dan kita bertemu dengan para pegiat pariwisata di Siak, ada adminnya @exploresiak dan @visitsiak disana, dan mereka mengajak kita ke satu tempat lagi yang tidak jauh dari Istana Siak itu sendiri yaitu Taman Nasional Zamrud.

Taman Nasional Zamrud ini merupakan Taman Nasionak yang baru saja diresmikan oleh Jusuf Kalla pada tahun 2016 kemarin, katanya peresmian ini dilakukan agar hutan dan alam sekitar di Riau terutama Siak tidak berkurang karena di Riau sendiri banyak terjadi pembakaran hutan. Taman Nasional Zamrud ini juga terdiri dari lahan-lahan gambut dan memiliki kekayaan alam yang luar biasa, karena terdapat banyak spesies hewan dan tumbuhan disini.

Taman Nasional Zamrud!

Akses masuknya. lumayan ketat. dan kita wajib menuliskan data diri. Dalam 3 bulan terakhir hanya ada 2 rombongan termasuk kami yang izin masuk untuk ke Taman Nasional Zamrud!

Karena fungsinya untuk melindungi alam, mungkin pemerintah memang sengaja membiarkan lokasi ini alami, tidak ada arahan wisata kesini sampai akses masuk pun tidak ada! untuk akses menuju Taman Nasional Zamrud, kita harus melalui dulu area lokasi pertambangan Pertamina yang aksesnya totally tertutup. Kalo tidak ada orang dalam yang mengantar atau tidak ada tujuan yang jelas, sudah pasti tidak boleh masuk. Lah kita gimana? Karena judulnya ekspedisini, kami diperbolehkan masuk dan diantar oleh orang lokal setempat untuk melihat kedalam Taman Nasional Zamrud ini!

Akses jalan menuju Taman Nasional Zamrud

Akses jalan menuju Taman Nasional Zamrud

Karena akses untuk berkeliling Taman Nasional ini pun tidak ada, kita diantar oleh orang lokal yang mempunyai kapal kecil di sekitaran area tersebut untuk mengelilingi danau yang katanya luas dibalik jalanan dan pepohonan ini. Dari pintu masuk tadi sampai ke lokasi perahunya bapak itu mungkin sekitar setengah jam perjalanan atau 20 km dengan jalanan berpasir yang kadang sangat jelek dan melewati pipa pipa dari Pertamina. Unik yaaaa, ada pertambangan di sebelah taman nasional…

Tempat yang disebut

Tempat yang disebut “dermaga” oleh si bapak yang punya kapal

Akses menuju danau Zamrud melalui pohon-pohon lebat

Akses menuju danau Zamrud melalui pohon-pohon lebat

Danau ini memiliki luas berhektar-hektar, dan lokasinya ada di tengah-tengah Taman Nasional Zamrud tersebut. Terlihat memang sepanjang perjalanan menembus pohon-pohon lebat, kekayaan alamnya banyak banget, mulai dari binatang-binatangnya sampai tumbuhannya yang bermacam-macam. Awalnya risih banget liat airnya warna kuning, dalam pikiran akang, sayang banget taman nasional tapi airnya tercemari dari pertambangan yang dilakukan pertamina, eh ternyata air itu memang alami berwarna kuning loh! katanya air itu kuning karena pohon-pohon yang ada di sekitar danau tersebut. Keren!

Dan akhirnya sampai danau Zamrud yang luas!

Dan akhirnya sampai danau Zamrud yang luas!

Di danau ini juga terdapat pulau yang mengambang, artinya pulau ini kalo dilihat dari bawah dia tidak punya permukaan dibawahnya alias terbang, maka dari itu orang lokal setempat menyebut pulau ini, pulau terbang. Setiap bulannya pulau tersebut berada di titik yang berbeda, tapi beberapa tahun ke belakang pulau tersebut udah punya tempat yang pewe kayanya, jadi gak pindah-pindah lagi. Terus, disini juga ada ikan yang jumbo, si bapak saking antusiasnya sampe ngeliatin fotonya ke akang dan memang ikannya gede banget loh!

Pulau di sekitar danau Zamrud

Pulau di sekitar danau Zamrud

Amazed banget sama Taman Nasional Zamrud ini karena alamnya bener-bener masih alami, bahkan katanya di beberapa spot memang di biarkan alami karena zonasinya Harimau Sumatera. Mungkin pemerintah sengaja juga gak promosi tempat ini biar tetap terjaga dan alami, tapi akang bener-bener bersyukur banget dapet kesempatan eksplorasi taman nasional ini walaupun hanya 1/100 bagiannya.

Selesai explore di taman nasional, kita kembali ke Siak dan mengajak beberapa kawan dari Siak untuk makan malam dan kita langsung menuju ke Kota Pekanbaru untuk menginap dan istirahat sebelum perjalanan selanjutnya menuju Medan! See you again guys!

Trip ini disponsori oleh TripDixi

————————
Sumber: irhamfaridh.com
Reporter: Irham Faridh

By |2018-11-14T02:02:54+00:00Januari 9th, 2018|Artikel, Berita|0 Comments

About the Author:

Irham Faridh
Seorang backpacker dari Bandung, Indonesia. Gemar bepergian dan menjelajahi Indonesia. Memiliki impian untuk berkeliling dunia dan memiliki bisnis sendiri.

Leave A Comment