Memulai Petualangan dari Lampung Timur #ExposeSumatera Eps.1

Artikel ini menjadi artikel pertama dalam perjalanan #ExposeSumatera yang sudah akang lalui sebulan yang lalu. Bagi yang belum tau, perjalanan Expose Sumatera ini dicanangkan oleh tim #DarmawisataBagimuNegeri yang terdiri dari Blogger, Youtuber, Videographer dan juga beberapa pegiat outdoor, perjalanan ini dimulai dari Bandung menggunakan mobil mengelilingi seluruh Pulau Sumatera mulai dari Lampung, Palembang, Pekan baru, Jambi, Medan, Aceh, Padang, Bengkulu dan kembali lagi ke Bandung selama kurang lebih 41 hari. Misi tim dalam perjalanan kali ini adalah mengekspos wisata, alam, budaya, dan keunikan dari masing-masing daerah untuk dipublikasikan ke seluruh pelosok Indonesia lewat berbagai platform. Seluruh perjalanan kami ini didukung penuh oleh TripDixi, perusahaan yang memiliki aplikasi marketplace untuk trip-trip di Indonesia.

Singkat cerita, perjalanan ini dimulai tanggal 12 November 2017. Semua tim berkumpul di Kota Bandung karena ada beberapa tim yang berasal dari luar kota. Semua tim sudah berkumpul dari tanggal 10 November untuk persiapan, briefing dan pedekate dengan anggota lain sebelum perjalanan dimulai. Memang kita perlu pedekate disini karena pada awalnya kita belum kenal sama sekali sehingga butuh adaptasi yang ekstra nantinya di perjalanan, dan it is!

Persiapan Keberangkatan

Persiapan Keberangkatan

Selama di Bandung kami berkesempatan untuk staycation dan manja-manjaan di Hotel Aryaduta Bandung sebelum memulai perjalanan. Ada yang aneh saat persiapan, semua tamu hotel bener-bener menatap heran dengan apa yang kita lakuin di halaman parkir, karena kita lagi beres-beres, barang bawaan banyak banget ditambah barang-barangnya dinaikin ke atas mobil :))

Jadi selama trip ini kita pakai 2 mobil, yang 1 mobil Xenia dan 1 lagi mobil Jimny. Kedua mobil memakai roofrack untuk mengikat dan membawa barang-barang yang sepertinya lebih banyak dibanding jumlah orangnya, kayanya sih 1 orang bawa sekitar 1-3 tas. Kalo akang sendiri cuma bawa 2 tas, 1 tas backpack ukuran 70 liter dan tas daypack untuk bawa laptop dan perlengkapan kerja lainnya. “KERJA”.

Tim Darmawisata Bagimu Negeri

Tim Darmawisata Bagimu Negeri

Selesai persiapan, seluruh tim berkumpul, briefing dan berdoa bersama di Balai Kota Bandung. Awalnya kami akan dilepas oleh Bapak Ridwan Kamil Walikota Bandung, tapi berhubung beliau sibuk jadi beliau tidak bisa hadir. Dari Balai Kota Bandung ini kami memulai perjalanan panjang menuju Sumatera dengan tujuan awal, Lampung!

Tantangan awal dan terberat untuk menuju Lampung itu adalah melewati Bandung dan Jakarta itu sendiri! Macetnya parah. 2 jam awal kita jalan belum sampai gerbang tol, belum lagi macetnya daerah Cikarang dan Karawang ditambah Bekasi yang macetnya gila-gilaan itu. Dari jam 4 kita memulai perjalanan dari Bandung, baru sekitar jam 4 subuh kita sampai di Pelabuhan Merak. 12 jam -_____-

Kapal Penyebrangan Merak-Bakauheuni

Kapal Penyebrangan Merak-Bakauheuni

Selama kurang lebih 2 jam kami menaiki kapal penyebrangan Merak-Bakauheuni. Sudah 2 kali ke Lampung pakai ferry, tapi bersyukur kapalnya yang didapat lumayan bagus dan bersih gak seperti kapalku dulu saat Solo Riding ke Teluk Kiluan dan Gigi Hiu. Kalo untuk per orang tanpa kendaraan, biaya tiketnya hanya sekitar Rp 13.000/orang, untuk bawa kendaraan seperti mobil kalo gak salah sekitar Rp 200.000an/mobil. Gelombangnya sih biasa aja gak separah kaya ke Karimun Jawa atau Pulau Seribu, tenang aja!

Pemandangan Pesisir Lampung

Pemandangan Pesisir Lampung

 

Menara Siger

Menara Siger

 

Pemandangan sekitar Menara Siger

Pemandangan sekitar Menara Siger

Sesampainya di Pelabuhan Bakauheuni, kami langsung menuju Menara Siger yang letaknya tidak jauh dari Pelabuhan. Menara Siger ini merupakan titik nol Sumatera di selatan dan membawa bentuk ikon dari Lampung. Tidak banyak yang bisa dilakukan di Menara Siger sebenarnya, tapi disini kita bisa menikmati pemandangan sekitar karena menara ini terletak di atas bukit. Proyek tol Trans Sumatera pun terlihat sangat jelas dan megah dari sini. Semoga tol ini cepat selesai, karena dengan adanya tol ini dari Pelabuhan Bakauheuni ke Bandar Lampung bisa hanya dengan 0,5 jam saja yang tadinya 2 jam, bisa potong waktu banyak banget. God bless Pak Jokowi!

Kandang Gajah di Way Kambas

Kandang Gajah di Way Kambas

Tidak lama di Menara Siger, kami langsung menuju ke arah Taman Nasional Way Kambas! yeeaaaaaa setelah dari lama ingin main ke Way Kambas gapernah jadi-jadi karena faktor cuaca dan transportasi, akhirnya bisa main juga kesini. Perjalanan dari Menara Siger menuju Taman Nasional Way Kambas menghabiskan sekitar 2-3 jam perjalanan, jalanannya terhitung masih mulu, sampai ke gerbang masuk Taman Nasionalnya pun masih mulus, pake banget!

Perbedaan mencolok banget ketika sebelum masuk gerbang Taman Nasional dengan setelah masuk gerbang, setelah masuk gerbang itu rasanya kita langsung masuk ke hutan. Pohon-pohon rindang bertebaran di pinggir jalan, banyak kera di sepanjang perjalanan menuju shelter gajah, dan juga jalanannya yang sedikit agak bumpy dan berdebu. Yang bisa dilakukan di Way Kambas adalah bermain dengan gajah karena ini merupakan tempat pemeliharaan gajah juga. Bisa juga naik gajah, tapi kalo akang sih kurang setuju yang beginian, just let them free aja.

Btw, dapet informasi juga katanya ada desa yang lebih dalam lagi dari tempat shelter gajah ini, disana katanya gajahnya benar-benar liar dan banyak sekali layaknya anjing/kucing di perkotaan. Disana kita bisa mandi bareng gajah atau mandiin gajahnya juga. Sebenarnya di shelter gajah yang masih dekat dengan gerbang utama juga bisa tapi ada jam jam tertentu. Oiya, selama kami berkunjung kesana sedang ada Festival Way Kambas yang selalu diadakan setiap tahunnya. Ramai banget di lokasi ini, ada banyak jajanan dan pertunjukan di panggung yang lumayan megah. Sayangnya, saat kita sampai acaranya sudah selesai dan orang sudah banyak yang bubaran.

Foto ala ala di depan panggung Festival Way Kambas

Foto ala ala di depan panggung Festival Way Kambas

Sehabis puas di Way Kambas, sembari pulang ke Bandar Lampung kami diajak oleh komunitas Genpi Lampung Timur untuk berkunjung ke Situs Taman Purbakala Pugungharjo yang katanya searah dengan rute ke Bandar Lampung. Jadi komunitas Genpi ini adalah komunitas pecinta pariwisata Indonesia yang mereka berkontribusi terhadap daerahnya masing-masing dan lebih kearah digital seperti lebih update di Twitter dan Instagram.

Sesampainya di situs, kami langsung menuju rumah panggung yang didalamnya terdapat banyak informasi mengenai sejarah dan beberapa peninggalan dari zaman dahulu kala. Ada patung, arca, hingga peninggalan kecil seperti pisau, irisan dan lain-lainnya.

Situs Taman Purbakala Pugungharjo

Situs Taman Purbakala Pugungharjo

 

Situs Purbakala Pugungharjo

Situs Purbakala Pugungharjo

Ternyata di dalam area situs ini terdapat banyak peninggalannya dan dibagi ke dalam beberapa area. Terdapat peninggalan dari zaman megalitikum seperti arca, dolmen, prasasti, menhir dan yang paling besar adalah pundek berundaknya yang berlokasi di tengah-tengah area dengan luas 30 hektar yang menyerupai Piramida Mesir. Buat yang suka foto, banyak spot-spot instagramable disini, tapi belum ke ekspos sih, cobain dahhh.

Oiya selain itu ada juga kolam ikan yang airnya bersumber dari akar dan airnya gak habis-habis! Menurut kepercayaan orang lokal air ini akan membuat awet muda. Di kolam ini juga terdapat ikan yang gigit-gigit kulit yang buat terapi itu lohhh, tapi akang mah gak berani karena orangnya gelian #hihi

Daritadi memang agak mendung sih, beruntungnya hujan turun disaat kami sudah selesai mengeksplor seluruh wilayah situs ini. Dari situs ini kami langsung berangkat menuju Bandar Lampung untuk berisitirahat. Kami pun berpisah dan pamit dengan anak-anak dari komunitas Genpi Lampung Timur tersebut. Ganbate!

Oiya sebelum beristirahat kami diundang oleh Bang Indra, doi blogger kondang dan hits di Lampung untuk makan malam di Cikwo Resto and Coffee. Disini suasananya homey banget, gak terlalu rame dan masakannya enak-enak! Banyak makanan khas Lampung yang dihidangkan di cafe ini mulai dari Sop Iwa Tuhuk, Ikan Baung, Seruit dan masih banyak lagi.

Lokasinya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota sehingga pas banget buat nongkrong, ditambah di cafe ini juga terdapat berbagai kopi dan racikan, apalagi anak hits sekarang kan gabisa kalo nongkrong tanpa kopi :p Terima kasih Cikwo Resto and Coffee yang telah menjamu kedatangan kami di Bandar Lampung dan atas makan malamnya! Hehe

Cikwo Resto and Coffee

Cikwo Resto and Coffee

Setelah selesai makan malam kami langsung menuju ke kediamannya Bupati Lampung Timur, Mba Noeni. Beliau mempersilahkan tim kami untuk tidur di kediamannya daerahnya kurang hafal sih. Tahun lalu sempat berbincang dengan Mba Noeni ini, beliau meminta akang untuk memotivasi anak-anak di Lampung Timur agar bisa berkarya lebih untuk daerahnya, tapi belum jodoh hingga sekarang, pas kesana pun beliau sedang dinas keluar kota. Fyi, Mba Noeni ini walaupun jadi Bupati tapi orangnya selalu open dengan siapapun dan yang terpenting dia Traveler juga, jadi easy going banget orangnya. Terima kasih mba atas bantuannya di Lampung Timur, semoga semakin keren Lampung Timurnya dan semoga ada kesempatan untuk bertemu di lain hari 🙂

Kami pun selesai mengeksplor Lampung Timur dalam 1 hari penuh tanpa tidur dan istirahat dulu dari Bandung, because the show must go on! 😉 Walaupun terhitung sangat singkat, tapi Lampung Timur memberikan kesan tersendiri bagi kami dimana Lampung Timur menjadi destinasi wisata pertama yang kita datangi dan kami juga terkesan dengan alam dan sejarah yang dimiliki di Lampung terutama Lampung Timur yang belum terlalu tereskpos.

Mari eksplor ke Lampung Timur!

————————
Sumber: irhamfaridh.com
Reporter: Irham Faridh

By |2018-11-14T02:04:17+00:00Januari 8th, 2018|Artikel, Berita|0 Comments

About the Author:

Irham Faridh
Seorang backpacker dari Bandung, Indonesia. Gemar bepergian dan menjelajahi Indonesia. Memiliki impian untuk berkeliling dunia dan memiliki bisnis sendiri.

Leave A Comment