Peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Candi Muaro Jambi #ExposeSumatera Eps.3

Perjalanan #ExposeSumatera dilanjut lagi dari Palembang menuju Jambi yang menghabiskan sekitar 7-8 jam perjalanan. Kita memulai perjalanan dari Palembang sekitar jam 12 siang (selalu, karena mager-mageran berangkatnya LOL) sehingga kita akan sampai di Jambi saat malam hari. Perjalanan dari Palembang menuju Jambi bersyukur tidak ada masalah dan hadangan di jalan, mulus-mulus saja, tapi karena jalan terlalu santai kita sampai larut malam sekitar pukul 10 malam.

Sesampainya di Jambi kita langsung menuju hotel, gosshh akhirnya bisa bobok nyenyak dan akhirnya tidur di hotel mewah dongg, sebelum-sebelumnya kita ikut tidur di rumah orang atau bahkan tidur di jalan, bahkan tidur di lantai! Agak aneh juga orang-orang hotel melihat kita yang terlihat kucel seperti gembel belum mandi bawa barang banyak di mobil dan tidur di hotel :))

Belum selesai sampai disitu, ternyata setelah selesai mandi dan beres-beres, perut ternyata keroncongan karena memang dari sore belum makan malam. Akhirnya kawan kamarku Mba Uki dan Om Rizli keluar dan membelikanku makanan khas Padang yaitu Sate Padang. FYI, saat itu pertama kali banget nyobain Sate Padang and i think i love it!

Bangun dari tidur paling ternyenyak dalam 1 minggu itu, kita langsung bersiap di pagi hari dan beberapa teman menyiapkan barang-barang ke mobil dan sebagian lagi menikmati sarapan. Tidak banyak lama seperti biasanya, kita sudah berangkat sekitar jam 9 sekalian check-out dari hotel karena kita pun sekalian melanjutkan perjalanan menuju Riau.

Tujuan utama kita di Jambi adalah mengunjungi salah satu candi yang katanya arealnya lebih luas dibandung Candi Borobudur! Yaitu adalah Candi Muari Jambi yang letaknya tidak terlalu jauh dari Kota Jambi itu sendiri. Sekitar 30 kilometer dari pusat kota kita sudah bisa sampai di komplek candi ini.

Pintu Masuk Candi Muaro Jambi

Pintu Masuk Candi Muaro Jambi

Sampai di parkiran kita langsung menuju areal candi yang letaknya sekitar 500 meter dari parkiran, lumayan jauh memang. Sebenarnya disini tersedia banyak sepeda yang bisa disewa oleh kita untuk mengelilingi seluruh areal candi disini. Kalo tidak salah harganya sekitar Rp 25.000/sepeda. Kita juga baru tau ternyata ada guide juga disini dan bisa keliling ke beberapa candi yang terletak disini. Jadi di kompleks Muaro Jambi ini memiliki banyak candi, kalo tidak salah ada 9 candi dan luasnya itu bisa ribuan hektar looohhh.

Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi

Saat mau masuk ke komplek Muaro Jambi, ada yang bisa mengambil perhatian akang, yaitu pedangang souvenir yang menjual gelang sebalik sumpah, yang katanya sering dipakai oleh Suku Anak Dalam Jambi. Jadi, gelang ini terbuat dari biji salah satu pohon yang jarang bisa ditemukan oleh orang sembarangan dan mereka percaya bahwa gelang ini bisa membuat menangkal sial dan bala serta terhindar dari gangguan makhluk halus dan guna-guna. Harganya sekitar Rp 25.000, siapa tau ngaruh kaaan jadi wiro sableng ntar.

Gelang Sebalik Sumpah

Gelang Sebalik Sumpah

Di depan kompleks area Candi Muaro Jambi terdapat gedung koleksi yang cukup mengambil perhatian akang saat lewat, sehingga akang penasaran untuk mencoba masuk dan melihat apa yang ada didalamnya. Ternyata di dalamnya terdapat banyak banget koleksi mulai dari arca, prasasti dan barang-barang peninggalan lainnya. Selain itu, banyak juga terdapat informasi mengenai areal ini mulai dari informasi sejarahnya, fungsi dari setiap candi tersebut hingga informasi mengenai setiap peninggalan tersebut yang tersaji lengkap.

Gedung Koleksi Muaro Jambi

Gedung Koleksi Muaro Jambi

Peninggalan-peninggalan ini disinyalir adalah peninggalan dari masa abad ke 9-12 masehi dan merupakan percampuran dari beberapa budaya serta agama. Petugas disini memberikan informasi bahwa terdapat banyak peninggalan dari berbagai budaya dan agama terlihat dari bentuk, lempengan serta tulisan pada setiap peninggalannya.

Beberapa peninggalan yang dipajang di gedung koleksi Muari Jambi

Beberapa peninggalan yang dipajang di gedung koleksi Muari Jambi

Selama di areal kompleks Muaro Jambi, kita hanya ada di kawasan paling terdepannya saja karena tidak mau hambur tenaga dan waktu. Jadi selama disana, kita hanya mengunjungi Candi Gumpung ini yang memang letaknya paling depan dan paling terdekat dengan pintu asuk areal ini. Sebenarnya masih banyak candi-candi lainnya di areal lain yang ternyata luas banget arealnya, it’s huge dude!

Kompleks Candi Muaro Jambi ini telah didaftarkan ke UNESCO sebagai situs peninggalan dunia, dan candi ini juga merupakan kompleks percandian Hindu-Buddha terluas se Asia Tenggara, namun memang namanya belum terlalu cukup dikenal masyarakat luas, bahkan di Indonesia itu sendiri. Candi ini merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan beberapa merupakan peninggalan dari Kerajaan Melayu. Candi ini juga terletak di tepi Sungai Batanghari yang merupakan sungai terbesar dan terkenal di wilayah Jambi dan sekitarannya.

Candi Muaro Jambi

Candi Muaro Jambi

Candi Gumpung di kompleks Muaro Jambi

Candi Gumpung di kompleks Muaro Jambi

Selama ada disini tidak banyak yang bisa dilakukan kecuali foto-foto, belajar sejarahnya dan tentunya jajan dong! banyak juga jajanan disini walaupun standar hanya sekedar es kepala ataupun bakso, tapi lumayan untuk mengisi perut dan menghilangkan dahaga di cuaca Jambi yang cukup panas. Di Jambi aja panas apalagi Riau nanti ya!

Sungai Batanghari

Sungai Batanghari

Oiya, sebelum meninggalkan Jambi, kita berkunjung ke salah satu tempat lagi yaitu Menara Arasy yang terletak di Sungai Batanghari juga. Disini selain menara itu sendiri terdapat jembatan yang menghubungkan antara tepian sungai ini, jembatan ini tidak dapat di lewati oleh kendaraan bermotor, jadi hanya bisa disebrangi oleh para pejalan kaki.

Menara Arasy

Menara Arasy

Sambil istirahat sebelum melanjutkan perjalanan, kita menikmati sungai ini sambil minum kopi dan makan makanan khas Jambi lupa namanya tapi itu enak banget! Tak lama kemudian, kita pun meninggalkan Jambi dan melanjutkan perjalanan ke Riau untuk melanjutlan perjalanan #ExposeSumatera ini!

————————
Sumber: irhamfaridh.com
Reporter: Irham Faridh

By |2018-11-14T02:03:22+00:00Januari 9th, 2018|Artikel, Berita|0 Comments

About the Author:

Irham Faridh
Seorang backpacker dari Bandung, Indonesia. Gemar bepergian dan menjelajahi Indonesia. Memiliki impian untuk berkeliling dunia dan memiliki bisnis sendiri.

Leave A Comment